“Hai, umm.. saya mau melakukan reservasi meja,” bunyi suara seorang lelaki di ujung telepon. “Untuk beberapa orang?” tanya Google Assistant, dalam bahasa Inggris berlogat China. “Umm.. untuk empat orang,” jawab si lelaki tadi dengan gumaman di awal kalimatnya, seolah agak ragu. Tapi siapa sangka jika percakapan telepon tersebut dilakukan antara manusia dan kecerdasan buatan. Hal ini tidak asing dengan aplikasi besutan Google yakni Google Assistant. Aplikasi Google Assistant tidak lepas dari proyek Google Duplex. Google Duplex merupakan proyek pengembangan Artificial Intelegent (AI) yang dapat berkomunikasi dengan manusia.
Tidak lama setelah demo Google Duplex dipamerkan pada event tahunan Google I/O di tahun 2018 kenarin, rencananya Duplex akan diujikan untuk membantu pemesanan beberapa restoran pada minggu depan untuk pengguna Google Pixel 3 yang berada di beberapa kota dari Amerika Serikat. Aplikasi ini akan dirilis untuk platform Android dan iOS.

Google Duplex atau lebih tepatnya Google Assistant akan menjadi perantara dalam pemesanan layanan restoran antara pemesan dan restoran. Fitur ini cukup memudahkan saat pemesan restoran ataupun bagian penerimaan pesanan sangat sibuk, Google Assistant akan terus mencoba memesan layanan ataupun memberikan solusi.