Di awal tahun 2018 Christoper Wylie memberikan data yang mebeberkan cara Cambridge Analytica dalam mengumpulkan data kepada penyedia informasi The Guardian. Data tersebut digunakan dalam kampanye politik 2016. Data tersebut berupa profil psikologis dan kepribadian yang didapat melalui media sosial Facebook. Di tanggal 4 April Facebook membenarkan jika terdapat 87 juta akun telah dikoleksi Cambridge Analytic.

Wylie memulai karirnya pada tahun 2013 dengan bekerja sebagai Data Scientist di bawah pimpinan Alexander Nix di perusahaan spesialis pemenangan pemilihan presiden.

Alexander Nix
Di tahun yang sama, Alexander Nix mempertemukan dengan Steve Bannon yang merupakan editor dari website Breitbart.

Steve Bannon
Alexander Nix memiliki ide untuk membuat website Cambridge Analytic, yang meniliki kantor palsu di Cambridge dengan karyawan dari kantor Alexander yang ada di London. Hal ini dilakukan Alexander untuk memberi kesan baik kepada Steve.
Untuk mengembangkan kantor Cambridge Analytic Alexander, Wylie dan Steve Bannon meminta bantuan uang kepada Robert Mercer yang merupakan milyader. Bantuan uang itu sebesar 15 juta dolar tidak hanya untuk membangun Cambridge Analytic tapi juga khususnya pembangunan algoritma pada sistem aplikasi yang dibuat oleh Cambridge Analytic untuk mempengaruhi pengguna pengguna.

Robert Mercer
Di awal tahun 2014, Christoper bertemu dengan Dr. Aleksandr Kogan dari Cambridge University yang memiliki sebuah aplikasi untuk mendapatkan data pengguna aplikasi dan teman dari pengguna tersebut untuk dikoleksi. Mulailah kerjasama tersebut yang sangat menguntungkan bagi Cambridge Analytic karena dapat memotong harga dari developer umumnya dan kinerja aplikasi tersebut sangat memukau, aplikasi tersebut dapat mengumpulkan sekitar 50-60 juta akun dalam 3 bulan.

Aleksandr Kogan
Dari data tersebut Cambridge Analytic membuat algoritma untuk mempercepat analisis untuk membuat konten yang akan di publis lewat banyak blog dan website untuk mempengaruhi pengguna internet.
Aplikasi tersebut berbentuk website bernama "This Is Your Digital Life" yang menyediakan layanan log in menggunakan akun facebook. Dimana website tersebut telah di blokir. Dan setiap pengguna Facebook yang pernah menggunakan akun Facebook untuk masuk pada website tersebut akan mendapatkan notifikasi di beranda Facebook.

Sekian tentang perjalan Christoper Wylie yang merupakan mantan karyawan Cambridge Analytic. Tapi tidak menuntut kemungkinan hal serupa terjadi pada aplikasi lain, jadi berhati-hatilah dalam meggunakan aplikasi.
