Facebook merupakan sosial media yang sangat diminati, sekitar 2 triliun pengguna yang aktif setiap bulannya. Keunggulan sosial media ini adalah banyaknya fitur dan jenis konten yang bisa kita bagikan ke linimasa. Tetapi semakin banyak fitur dan pengguna aktif juga membuat semakin besar kemungkinan disalah gunakan. Penyalahgunaan yang sering ditemui yakni konten ujaran kebencian. Konten ujaran kebencian sangatlah berbahaya karena diunggah untuk tujuan tertentu dan dibagikan oleh kelompok atau perorangan yang mudah terpengaruh. Tetapi keberhasilan ujaran kebencian juga tidak lepas dari konten gambar yang berperan penting sebagai bukti dan media interaktif. Konten gambar sendiri dengan mudahnya dimanipulasi melalui perangkat lunak dan tidak memiliki waktu pembuatan yang jelas.

Untuk itu Facebook memiliki artificial intelligence yang dapat menganalisis gambar. Lewat post blog enginering Facebook mejelaskan cara kerja Rosetta. Rosetta melakukan analisis potensial mengandung teks. Jika terdapat potensi adanya teks, Rosetta mengenali apakah teks merupakan teks Arab yang dibaca dari kanan-kiri atau non-Arab yang dibaca dari kiri-kanan. Maka dari proses tersebut didapat teks yang dapat dianlisis lebih lanjut.
Banyak team enginer Facebook dan Instagram yang telah menggunakan Rosetta pada platformmya tersebut. Perusahan platform tersebut terus berusaha menambahkan banyak bahasa dan optimasi kinerja Rosetta pada analisa video. Facebook sendiri telah menambahkan 24 bahasa yang masih dalam pengembagan seperti bahasa Serbian, Belarusian, Marathi, Sinhalese, Telugu, Nepali, Kannada, Urdu, Punjabi, Cambodian, Pashto, Mongolian, Zulu, Xhosa dan Somali.