Kecerdasan buatan yang berkembang pada teknologi saat ini sangatlah bermanfaat. Kecerdasan buatan sudah menjadi pekerjaan yang telah lama Google kembangkan. Google telah memiliki banyak pengalaman pada banyak projek seperti prediksi kemacetan pada Google Maps, berita rekomendasi pada Google News, Google Assistant, dan banyak lagi yang tak terhitung. Pengembangan kecerdasan buatan khususnya pada hasil pencarian pada situs Google. Dimana hasil pencarian tersebut berdasarkan data yang didapat dan dianalisis dengan kecerdasan buatan dibuat oleh Google.
Pada 28 Agustus kemarin, Twitter official Donald Trump memposting twit bahwa hasil pencarian pada Google search berisi berita palsu yang provokatif terhadap sayap kanan. Dirinya menyimpulkan jika berita-berita seperti tersebut sangat banyak sekitar 96%.

Tetapi setelah twit Donald Trump mencuat terbukti bahwa kesimpulan dari Trump tersebut salah. Pada gambar berikut memperlihatkan bahwa twit dari Trump sendirilah yang menjadi trending topic dan berita-berita lainnya yang berdasar pada fakta.

Seperti berita fakta bahwa pengacara pribadi Trump yakni Michael Cohen mengaku bersalah atas sejumlah tuduhan pengatasnamaan presiden sebagai penyuap pemilihan presiden 2016. Sikap presiden seperti ini sudah biasa dilakukannya yang dinilai sebagai "penakut" dan anti kritik. Trump telah berlaku tidak adil terhadap banyak perusahaan Amerika, tetapi tidak dengan Apple yang dimudahkan dalam pajak setelah CEO Tim Cook menemui secara langsung presiden di White House.
